Semarang hari ke-3 : Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Kota Lama, Semarang Gallery, Masjid Agung Jawa Tengah

Gak kerasa sudah masuk hari ke-3 di Semarang atau sama dengan hari terakhir berada di Semarang. Rasanya masih banyak yang belum dikunjungi, tapi ya mau gimana lagi memang sudah seharusnya balik dan kerja buat cari duit lagi dan jalan-jalan lagi. Hahaha

Di hari terakhir ini, pasukan trip Semarang akhirnya lengkap. Ada gue, Sari, Bayu dan Mik. Mik baru sampai di Semarang pada Sabtu malam setelah ketinggalan pesawat dari Jakarta dan mengharuskan dia beli tiket pesawat lagi. Hahahaha ini kali kedua dia ketinggalan pesawat saat ngetrip. Udah skip, kenapa jadi bahas dia. Haha

Destinasi pertama di hari terakhir adalah Lawang Sewu, kebetulan lokasinya deket banget dari Hotel kita. 5 menit sampe, bukan 5 langkah ya, beda. Hahaha. Awalnya Sari udah seneng, karena dikirain hari Sabtu kemaren gue sama Bayu udah ke Lawang Sewu duluan tapi kesenangan dia pun sirna. Sekitar jam 9, akhirnya kita semua sampai di Lawang Sewu. Hari minggu ke Lawang Sewu merupakan pilihan yang kurang tepat, yaialah udah weekend ke tempat wisata, pasti bakalan rame banget. Kalo gue pribadi pengen banget ke Lawang Sewu karena ngincer spot foto minimalis yang ada di dalam gedungnya. Dan akhirnya hasrat gue pun terpenuhi di hari terakhir ini. Bermodalkan uang Rp 10.000 akhirnya kita semua bisa masuk ke Lawang Sewu dan menikmati setiap sudut yang ada di bangunan ini.

DSCF0173

IMG_20180306_102651_233

Setelah puas dengan foto yang aneh-aneh, pemberhentian selanjutnya adalah Sam Poo Kong. Jarak dari Lawang Sewu ke Sam Poo Kong ya sedang-sedang saja lah. Gak jauh, tapi gak deket juga. Jadi lumayan untuk menghabiskan waktu.

Sekitar Pukul 10.00 kita pun sampai di Sam Poo Kong dan panas terik langsung menyerang. Panasnya Ibu Kota tercinta rasanya kalah panasnya jika dibandingkan dengan Semarang saat itu. Sari, langsung neduh di bawah pohon sedangkan gue, Bayu dan Indra langsung cari objek yang bisa kita foto. Kita bertiga punya point of view yang beda untuk selera foto. Gue yang minimalist, Bayu yang lebih ke human/activity, dan Mik sibuk foto mainannya dengan mengandalkan berbagai kontur bidang yang ada di suatu tempat hahaha.

DSCF0198

IMG_20180315_075214_692

Matahari pun semakin menunjukkan taringnya dan perut kita pun semakin kelaparan olehnya, seperti yang sudah gue rencanakan sebelumnya kita bakalan makan di Spiegel Bar & Bistro disaat pasukan sudah lengkap dan inilah saatnya. Spiegel Bar & Bistro terletak di kawasan Kota Lama Semarang, jadi sebelum kita ngisi perut, kita pun keliling dulu buat foto-foto disekitar kawasan Kota Lama Semarang. Pukul 11.30 kita sampai dan langsung menuju ke Rumah Akar. Yup, bukan cuma Kota Tua di Jakarta doang yang punya Rumah Akar lho guys, Kota Lama Semarang juga ada.

DSCF0217

DSCF0238

Setelah puas foto-foto, akhirnya kita masuk ke Spiegel Bar & Bistro. Maaf nih karena selama kegiatan makan berlangsung, gue gak mengabadikan makanan yang kita makan. Jadinya kita cuma foto pasukan doang. Waktu itu yang gue inget adalah gue pesan Fish n Chips dan Sari pesan Pasta. Bayu dan Mik, gue lupa mereka pesan apaan karena namanya ribet. Hahahaha. yang jelas, fish n chips yang gue makan di Spiegel bisa dibilang beda dari yang lain. Kenapa? Karena fries yang disajikan gak dibuat crispy melainkan dipanggang dan ternyata enak juga.

P_20180304_113135

Setelah perut kenyang, tibalah saatnya kita masuk ke rencana selanjutnya. Ini yang gue tunggu-tunggu. Semarang Gallery, yup. Kalo udah masuk ke Art Gallery, gue berasa lagi di Surga Dunia banget. Kenapa? Karena tangan-tangan para creator mampu memanjakan mata kita para penikmat seni. Syukur tak terhingga rasanya kalau ngeliat Art Gallery di Indonesia makin banyak peminatnya di jaman sekarang ini, meskipun kebanyakan dari mereka Cuma masuk untuk foto-foto tapi setidaknya dengan memposting hasil jepretan mereka di Sosial Media, mereka sudah melakukan promosi untuk Art Gallery tersebut.

IMG_20180316_075551_603

DSCF0276

Kekurangan dari Semarang Gallery cuma 1, koleksi yang di display terlalu sedikit. Ya mungkin faktor space juga kali ya makanya gak bisa nampilin banyak koleksi hasil goresan tangan para seniman Indonesia.

And last destination is Grand Mosque of Central Java. Rasanya bener-bener kurang kalau gak berkunjung kesini, gimana gak? Masa ke tempat ibadah untuk agama sendiri malah gak disempatkan. Awalnya sempet kesulitan buat masuk ke area Masjid, karena Pak Ogahnya salah ngarahin jalan jadilah kita harus puter balik dan cari jalur lain karena ternyata diujung jalan adalah Jalan Buntu. Cobaan macam apa ini di hari terakhir? Buat kalian yang mampir ke Masjid Agung Jawa Tengah, pliss jangan jadi orang bodoh kayak gue. Udah jelas ada jalan disamping tapi gue malah lewatin jalan ditengah yang udah jelas cuaca lagi panas mencekam dan lantai ubin. Kebayang dong itu ubin panasnya kayak apa? Langsung melepuh dong kaki gue pas ambil wudhu. Hahahaha. jadi ngakak sendiri rasanya kalo inget kejadian itu.

DSCF0283

IMG_20180304_170527_375

Karena kita udah kepanasan banget, alhasil selesia Shalat Ashar pun kita memutuskan untuk pergi mencari oleh-oleh buat sanak sodara dan keluarga di rumah dan langsung menuju bandara untuk pulang ke rumah masing-masing.

Itin 3

 

Iklan

Semarang hari ke-2 : Pagoda Avalokitesvara, Gua Maria, Museum Kereta Api, Candi Gedong Songo, Mangrove Maerakaca.

Di hari ke-2, formasi bakalan berbeda karena Sari harus ke Solo. Sari dapet tugas dari bokapnya dan gue ditemenin sama Bayu. Gue minta bapaknya untuk jemput kita jam 8 di hotel karena Bayu pun baru sampai di Semarang pagi ini setelah melakukan penerbangan singkat dari Jakarta. Kita nganterin Sari dulu ke stasiun, setelah itu baru lah kita berangkat ke lokasi pertama yaitu Pagoda Avalokitesvara.

Jalan-jalan di hari ke-2 ini lagi-lagi bukan di pusatnya Semarang. Ya mau gimana lagi, emang rencananya city tour bakalan dilakuin kalau pasukan sudah lengkap. Pukul 09.30 kita pun akhirnya sampai di tujuan pertama, entah kenapa gue suka banget sama arsitektur bangunannya. Meskipun gue bukan anak arsitektur ataupun seni, tapi jiwa gue emang gak bisa dibohongi. Hahahaha. Gue sama Bayu pun akhirnya keliling untuk eksplor ada apa aja sih di Pagoda Avalokitesvara ini? Dan ternyata, ada patung Buddha tidur juga lho disini. Meskipun ukurannya gak sebesar kayak di Wat Pho, Bangkok.

DSCF0088

DSCF0062

DSCF0068

Selesai menjelajah di Pagoda, destinasi selanjutnya adalah Gua Maria. Destinasi ini merupakan destinasi yang diincer oleh Bayu. Entah sejak kapan dia mengidam-idamkan buat berkunjung kesini dan akhirnya baru terealisasi sekarang. Waktu itu kita sampai di Gua maria sekitar Pukul 11.00 karena memang perjalanannya cukup jauh dari pusat Kota Semarang. Gue Maria berada di lokasi sekitar perumahan dan waktu itu sedang ada kegiatan umat yang melakukan ibadah disana jadi kita pun gak lama disana karena gak mau mengganggu jalannya kegiatan ibadah tersebut. Di Gua Maria juga terdapat Patung Maria Assumpta yang dibuat oleh 3 orang seniman patung RA Nugroho Adi P, RBA Koencoro BP dan RA Hartanto Agung dan di bawah Patung Maria Assumpta terdapat Nubuat tentang Mesias.

DSCF0100

DSCF0105

Selesai dari destinasi kedua, kita beralih ke lokasi selanjutnya yaitu Museum Kereta Api Ambarawa. Karena lokasinya yang memang sangat dekat dari Gua Maria, jadi sangat sayang kalau kita gak mampir dulu di museum untuk tahu perjalanan Kereta Api di Kota Semarang. Perjalanan hanya menempuh waktu kurang lebih 20 menit saja, jadi bener-bener sangat disayangkan kalau gak mampir kan?. Gak banyak foto di Museum Kereta Api Ambarawa karena gue lupa untuk mengabadikan kondisi di dalam museum dan terlalu menggebu-gebu untuk mencari spot foto minimalis. Di dalam Museum Kereta Api Ambarawa, kamu bisa dapat banyak informasi mengenai milestone kereta api di kota semarang, kapan mulai beroperasi hingga sekarang. Dan kamu juga bisa menikmati wisata keliling dengan naik kereta di dalam Museum.

DSCF0134

Perut pun udah kesakitan minta diisi karena memang waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 13.30 dan kita belum makan siang. Gue minta bapaknya bawa kita ke lokasi yang di dalamnya ada tempat makan sekaligus, dan akhirnya bapaknya bawa kita ke Candi Gedong Songo. Tapi sangat disayangkan karena waktu kita kesana cuaca sangat tidak mendukung untuk keliling (baca : hujan) dan mood gue udah bener-bener berubah drastis jadi jelek karena hujan. Ya mau gak mau jadinya disana kita cuma makan siang doang. Bayu makan sate kelinci, gue cukup makan sate ayam. Gak kebayang aja gitu kelinci yang imut gitu diolah dan dimakan sama gue? Hadehhh T.T

Selesai makan siang di kawasan Candi Gedong Songo, kita pun balik ke Hotel karena Bayu belum checkin. Gue minta Bayu untuk nginep di Ibis Budget Tendean juga, karena biar gampang dan gak perlu jemput-jemput kalau nanti mau jalan kemana-mana. Pukul 15.00 pun akhirnya kita sampai di Hotel dan gue minta Bapaknya untuk jemput kita lagi di hotel sekitar jam 4. Yup, kita mau istirahat dulu. Capek banget badan ini karena jalan terus dari pagi ya kan.

Pukul 16.15 pun akhirnya kita meluncur ke destinasi terakhir kita di hari itu, sesuai dengan judul artikelnya, destinasi terakhir kita adalah Grand Maerakaca. Mungkin bisa dibilang Grand Maerakaca ini mirip TMII verski kecilnya. Yup, jadi gue bisa liat banyak rumah adat dari daerah di Indonesia sembari menelurusi Mangrove yang ada di dalamnya. Oia, disini juga ada tempat makan. Tapi gue sama Bayu gak berniat buat makan malam disini karena Bayu udah punya list tempat makan sendiri buat malam itu.

DSCF0170

IMG_1050

Jam menunjukkan pukul 17.45 dan kita memutuskan untuk beralih ke lokasi selanjutnya yang bakalan menjadi tempat makan malam kita berdua. Fiuh. Untuk makan malam, Bayu ngajakin di Kedai Beringin karena dia ngidam banget sama ceker. Lokasinya dekat dengan Setasiun Semarang Poncol, dan tepat pukul 18.30 kita sampai di Kedai Beringin dan mulai menyantap menu yang kita pesan. Bayu makan Siew Mai, Tim Kaki Ayam, dan Nasi Hainam Ayam Kecap Superior dan gue makan Mie Goreng Orietal dan Bakpao Charsiu Ayam. Hari ke-2 ini pokoknya capek banget lah pokoknya tapi puas banget karena lokasi yang gue kunjungin banyak banget. Jadi sepadan lah ya.

Itin 2

Semarang hari ke-1 : Eling Bening, Rawa Pening, Brown Canyon, Simpang Lima

Akhirnya, apa yang gue idamkan sejak tahun lalu terealisasi juga. Gue dan Sari berangkat hari Kamis, 1 Maret 2018 Pukul 23.00 dari Stasiun Pasar Senen dengan kereta Tawang Jaya. Kita pun sampai di Stasiun Semarang Poncol Pukul 06.15. Keretanya on time, gue seneng banget. Hahaha. Selama di sini, kita sewa mobil ya karena biar memudahkan akses ke lokasi tujuannya dan gak perlu nunggu lama. Pukul 06.30 kita keluar dari Stasiun Semarang Poncol untuk cari sarapan dulu, maklum lah ya laper. Kita sarapan Sop Ayam karena kata bapak supirnya, ini termasuk kuliner khas Semarang yang wajib dicoba.

Sop Ayam

Tujuan pertama kita ke Eling Bening, kita mau renang. Yup, kebayang dong badan udah lengket banget karena semaleman naik kereta sedangkan belum bisa check-in di hotel, ya jadilah kita manfaatkan salah satu tempat wisata di Semarang ini untuk jalan-jalan sekalian mandi Pagi. Kita sampai di Eling Bening sekitar Pukul 08.30 dan langsung siap siap untuk renang, tapi karena view yang disajikan sangat menggoda akhirnya kita memutuskan untuk foto-foto terlebih dahulu sebelum akhirnya nyebur. Kondisi Eling Bening saat itu underconstraction karena katanya mau dibangun penginapan sekalian di dalam kawasan wisata tersebut.

DSCF0002DSCF0018

Gagal sudah rencana gue buat keliatan lebih putih selama trip di Semarang, gimana gak, tujuan pertamanya langsung berenang di atas bukit. Alhasil muka udah makin keling sejak hari pertama. Hahahaha. Ya mau gimana lagi, daripada gak mandi ya kan di hari pertama jalan-jalan.

Selesai berenang tepat sekitar Pukul 11.00 dan perut kita udah bernyanyi merdu, jadilah kita minta bapaknya bawa kita ke destinasi selanjutnya di daerah Ambarawa, yaitu Rawa Pening untuk sekalian makan siang. Pukul 11.30 kita sampai di Kampung Rawa, untuk santap siang sebelum kita melakukan aktivitas selanjutnya. Karena gue bukan tipe orang yang suka mencoba makanan baru, jadilah gue cuma pesen Paket Hemat 1, sedangkan Sari pesen Pecel, Tempe Mendoan, dan Udang Telur Asin. Pada saat makanannya dateng, kita kaget bukan kepalang. Gimana gak, udang yang ada di atas piring, ukurannya gede-gede banget dan tempe mendoannya pun banyak banget. Kita pun langsung, “wah gila, ini kita salah pilih menu. Banyak banget. Hahaha”. Untuk masalah rasa, bener-bener gak ngecewain deh makanannya. Udang telur asinnya kerasa banget bumbunya dan gue baru kali ini ngerasain Ayam Bakar yang manis (bener-bener semanis itu lho) ya mungkin bener kata orang, lidah orang jawa beda sama lidah orang sunda, dan daerah lainnya. Mereka punya cita rasa masing-masing untuk urusan makanan.

Selesai makan siang, tenaga sudah terisi kembali, saatnya kita berfoto di Rawa Pening. Gue sama Sari waktu itu memutuskan untuk gak naik perahu dan keliling rawa pening. Ya, karena kita takut. Jadilah kita cuma bisa menikmati foto-foto rawa pening dari pinggir aja. Mau gimana lagi, namanya rasa takut gak bisa ditahan. Hiks

DSCF0025

DSCF0027

Destinasi selanjutnya adalah Brown Canyon, selama perjalanan ke Brown Canyon gue sama Sari tidur pules bahkan gue pun sampe ileran hahahaha. ya harap maklum, renang 2 jam terus makan kenyang banget jadi badan kaget (alasan aja ini) hahaha. Gak banyak spot foto buat gue di daerah Brown Canyon, yang penting kalo ditanya orang “lu udah pernah ke Brown Canyon di Semarang?” gue pun bisa jawab “udah” as simple as that (kebelet gaul banget ya kayaknya? Haha). Pukul 14.30 kita sampai di Brown Canyon, yup sesuai ekspektasi dan apa yang pernah dibilang sama temen gue “jangan ekspektasi tinggi kalo ke Brown Canyon” hahaha. Kalo Belitung punya Danau Kaolin, Semarang punya Brown Canyon.

DSCF0045

DSCF0041

Perjalanan hari pertama pun selesai sudah dan kita memutuskan untuk ke daerah Simpang Lima untuk menikmati makan malam di Kawasan Kulinernya. Dari Brown Canyon ke Simpang Lima lumayan jauh karena memang destinasi kita di hari pertama ini posisinya gak di Pusat Kota Semarang. Sekitar Pukul 18.00 kita pun sampai di Simpang Lima. Hal pernah yang gue ucap adalah “alun-alun kidul jogja nih”, ada yang tau kenapa? Ya, karena banyak sepedah dengan lampu-lampu LED. Tapi tujuan kita bukan itu, kita mau kulineran doang di Simpang Lima ini. Karena sebelumnya gue udah pernah ngerasain wisata sepedah di Jogja dan gak tergoda untuk coba yang di Semarang karena menurut gue sama aja rasanya pasti. Sari pun pesen Tahu Gimbal sedangkan gue cukup dengan Bakmi Jawa.

Selesai dari kulineran, akhirnya kita minta diantarin ke Hotel. Selama di Semarang, kita nginep di Ibis Budget Tendean, ya karena kita emang bakalan lebih sering jalan-jalan jadilah kita memilih hotel yang gak terlalu mahal. Jadi, cost yang kita keluarin bisa seminimal mungkin. Hahahaha

Itin 1

Camping Ceria di Pulau Dolphin Part 3

Keesokan harinya, gue dan beberapa temen gue yang lain bangun lebih awal dengan niat untuk mengabadikan moment sunrise dari Pulau Dolphin, tapi betapa malangnya nasib kita cuaca pun mendung dan sunrise tak nampak karena tertutup oleh awan. Hiks sedih, padahal spot kita udah bagus, tinggal buka tenda langsung liat sunrise, yaudah lah ya emang belom jodoh berarti.

Di hari terakhir kita di Pulau Dolphin diagendakan untuk menghabiskan semua makanan yang dibawa dan foto rame-rame. Yup, lapak sarapan kita kali ini penuh dengan makanan ada sosis, nugget, ikan teri, rendang, mie goreng. Pokoknya semua makanan yang masih ada, dimasak abis supaya gak mubazir. Lebih tepatnya sih biar gak memberatkan bawaan kita. Hahahah. Dan as always, Angga bengkok makannya paling banyak diantara yang lain. Semua makanan dicoba sama dia, tanpa terkecuali, tapi anehnya badannya tetep kurus. Emang gak adil ya, disaat ada yang makan sedikit tapi langsung naik beratnya eh malah ada yang udah makan sebanyak apapun beratnya segitu-segitu aja.

DSCF0168

DSCF0185

Selesai sarapan, gak ada satupun dari kita yang memutuskan untuk mandi pagi. Semua Cuma cuci muka + sikat gigi doang. Mungkin udah pada mager kali ya dan pengen cepet-cepet pulang karena mandi di rumah lebih enak daripada mandi di pulau. (ini alasan gue sih bukan alasan mereka) hahaha. Beberapa dari kita pun langsung beresin tenda dan perlengkapan logistik lainnya karena kapal yang jemput kita rencananya bakal dateng jam 10. Selebihnya foto-foto, terutama Angga, Oki, dan Bima. Mereka bertiga bener-bener berasa model banget lah selama trip kita berlangsung. Sampe akhirnya, gue, Bima, Andreas, & Mak Dina berniat ngisengin Angga karena dari kemarin dia yang paling susah buat kerja. Alhasil, oleh-oleh dia dari Pulau Dolphin adalah celana yang sobek karena ulah kita. Ya abis gimana, dia emang suka banget buat diisengin dan suka banget jadi pusat perhatian. Semakin dia diisengin, dia bakalan semakin seneng. Hahaha.

IMG-20180312-WA0068Barang-barang pun akhirnya sudah selesai dikemas sekitar jam 8.30, dan kita agenda kita pun free time sambil menunggu kedatangan kapal penjemput. Gue, Oddie, Bima, Yusrizul, Mak Dina, & Angga memutuskan untuk nongki-nongki di warung sambil makan gorengan dan minum teh hangat. Dan ya seperti biasa, dimana ada Angga, disana pasti dia akan selalu dibully. Ada aja hal kecil dari tindakan dia yang bisa jadi bahan julid. Gak ngerti deh, Angga ini bisa dibilang musuh bersama. Tapi masih dalam batas wajar lho ya ini, gak yang macem-macem kok. Karena bahaya kalo macem-macem nanti bisa kena cekal atas tuduhan tindakan kekerasan. Apalagi jaman sekarang banyak banget kasus penyiksaan yang direkam, duh miris liatnya. eh kok malah jadi ngelebar.

Dan ternyata bukan Cuma Angga yang hobi ngaret, tapi kapal penjemput kita pun ngaret. Yang direncanakan pukul 10.00 sampe, eh ini baru jam 10.30 sampe di Pulau Dolphin dan kita pun jadi penghuni terakhir di Pulau Dolphin karena yang lain udah dijemput sama kapalnya masing-masing. Selama perjalanan pulang, kita semua udah gak banyak omong deh. Bahkan tenaga untuk bully Angga pun udah gak ada. Semua pada kecapean dan tidur di Kapal. Perjalanan pulang terasa cepet banget, yaialah gimana gak cepet, wong pada tidur semua. Hahahaha. Pada akhirnya kita pun berpisah di Pelabuhan kaliadem dan gue pribadi gak sabar untuk ngetrip bareng kalian lagi. Terimakasih banyak gengs buat 2 hari yang gak bakalan gue lupain ini.

IMG-20180312-WA0050

Camping Ceria di Pulau Dolphin Part 2

Sekitar jam 3 akhirnya kita tiba di Pulau Dolphin dan langsung cari spot untuk bangun tenda. Seperti yang gue ceritain sebelumnya, ini merupakan pertama kalinya gue camping. Jadi, gue gak tau tuh gimana caranya diriin tenda. Malu bertanya sesat di jalan, ya akhirnya gue bantu temen-temen gue buat diriin tenda (ya kalo gak gitu, mau tidur dimana gue? Haha). Kesimpulannya, diriin tenda gak sesulit yang gue kira di awal malah terbilang mudah. Kesulitannya mungkin waktu mau pasang pasak kali ya, karena kedapetan yang pasirnya keras dan berbatu alhasil beberapa kali geser geser tenda buat dapet tekstur pasir yang pas dan pasak bisa ditancep dengan kuat.

DSCF0031

DSCF0032

Sembari yang cowok diriin tenda, 2 orang mamak yang ikut camping pun nyiapin makanan buat kita semua + Bang Trie (atau yang biasa disapa Bang Sepi). Karena termasuk late lunch, jadi mereka cuma nyiapin mie goreng + sosis + nugget untuk kita semua. Kenapa? Yaialah, secara perut udah gak sabar ngegiling makanan untuk dicerna. Selesai makan pun akhirnya kita semua secara bergantian mandi (ada WC umum kok ternyata di Pulau Dolphin). Cuma yang bikin gue kaget adalah karena waktu itu weekend dan banyak yang camping disana, jadilah kita semua disuruh mandi berdua di satu bilik. Kebayang gak? Jangan ngebayangin yang aneh-aneh ya, karena emang kita gak ngelakuin yang aneh-aneh. Hahahaha. Karena harus mandi berdua dalam 1 bilik, jadilah gue mandi ala kadarnya karena banyak yang antri juga diluar. Hiks.

IMG-20180312-WA0112

Gak kerasa malam pun tiba, dengan cahaya yang seadanya jadilah wilayah camp kita yang paling gelap dibandingkan grup lainnya. Ya gak masalah juga sih, kalo kata tasya “jangan takut akan gelap, karena gelap melindungi diri kita dari kelelahan” hahaha. Dan seperti biasa Bang Sepi + Mak Wiwin nyiapin makan malam untuk kita semua. Waktu itu gue sama Mak Dina udah sibuk duluan nyari warung yang bisa charge HP. Jadilah kita berdua mengasingkan diri dan makan duluan di warung. Saat-saat seperti ini lah yang bikin gue ngerasa seneng, ya dimana gue jauh dari hiruk pikuknya kegiatan Jakarta yang sesak akan rutinitas kerja. Banyak yang kita (Gue dan Mak Dina) share sembari nunggu HP kita full, pengalaman hidup, kisah dia dan suami saat awal nikah sampai sekarang yang sudah menginjak tahun ke-5 pernikahan, dan gosip receh yang gak penting hahaha.

Setelah charge HP selesai, akhirnya kita berdua pun balik ke tenda untuk makan malam. Menu kita malam itu adalah ayam goreng + ikan teri. Kalo kata temen-temen gue sih, ini camping dengan makanan termewah mereka hahaha. Untungnya, ada Oddie yang inisiatif buat bawa banyak kebutuhan makanan jadi kita gak bakalan kekurangan makanan deh selama camping. Selesai sesi makan malam, beberapa ada yang memutuskan untuk langsung masuk ke tenda untuk tidur, tapi ada juga yang memilih untuk stay diluar dan cerita pengalaman seru mereka, entah itu seputar pekerjaan atau kisah travelling mereka ke gunung dan pantai. Moment kayak gini yang bener-bener gak bisa dibayar dengan uang, dimana kita semua bisa menikmati kebersamaan dan melupakan gadget kita masing-masing. Terbaik lah pokoknya.

Camping Ceria di Pulau Dolphin Part.1

Merupakan pengalaman baru buat gue untuk ngerasain camping di pulau karena selama ini selalu memilih homestay sebagai tempat menginap ketika melakukan trip ke pantai. Banyak sekali pertanyaan konyol yang muncul saat temen-temen yang gue kenal dari Komunitas Backpacker Jakarta mengusulkan acara ini, mulai dari “Nanti mandinya gimana? Terus kalo mau BAB gimana? Disana bisa charge handphone gak? Kita sendirian doang atau ada penghuni lainnya juga?” dan respon mereka pun tertawa akan pertanyaan bodoh gue ini.

Yup, singkat cerita tibalah hari H dimana kita ber-15 untuk pergi ke Pulau Dolphin di Kepulauan Seribu. Kita semua memutuskan untuk langsung bertemu di Pelabuhan Kaliadem Muara Angka – Jakarta Utara.

IMG-20180310-WA0007

Gue & Andreas dijemput sama Oddie & Bima untuk berangkat bareng ke Kaliadem. Seperti yang sudah gue duga, niat awal janjian kumpul disana Pukul 06.30 harus mundur sampai Pukul 08.00 karena banyak yang telat terutama Angga. Beginilah repotnya kalau bikin janji sama orang Indonesia yang dikenal dengan “Jam Karet”nya hahaha. Imbas dari Jam Karet ini pun akhirnya kita semua mendapatkan tempat sisaan di dalam kapal, yaitu dibawah tangga. Dimanapun tempatnya gak masalah sih sebenernya, karena buat gue yang suka banget pergi ke pantai pasti sering ngalamin hal semacam ini. Tapi, berbeda dengan Oki & Angga yang kena mabuk laut dan jackpot 2x selama perjalanan. Emang gak bisa dipungkiri kalau ombak yang menemani perjalanan cukup besar saat itu.

IMG-20180310-WA0048

Ternyata, kita pun harus transit di Pulau Harapan terlebih dahulu sebelum lanjut ke Pulau Dolphin. Sekitar Pukul 12.00 Siang, akhirnya kita sampai di Pulau Harapan dan langsung menghirup udara segar, ya pasti tau lah gimana rasanya terkurung di dalam kapal selama kurang lebih 3,5 jam. Bau bercampur aduk jadi satu. Ya, mungkin itu kali ya faktor penambah yang jadi penyebab si Angga & Oki jackpot.

Sesampainya di Pulau Harapan kita pun langsung jajan karena udah gak tahan sama perut yang udah bernyanyi merdua. Sembari nunggu kapal kecil untuk menuju ke Pulau Dolphin, tak lupa menyempatkan diri untuk melakukan groufie. Yup, udah jadi suatu keharusan untuk mengabadikan moment setiap melakukan perjalanan ya kayaknya rutinitas satu itu. Sekitar setengah jam lah kita nunggu kapal kecil untuk nyebrang ke Pulau Dolphin yang bakalan jadi tempat kita semua berkemah.

IMG-20180313-WA0024

Tapi ternyata, sebelum kita berlabuh ke Pulau Dolphin, kita semua dimanjakan dengan pemandangan bawah laut yang dimiliki oleh Kepulauan Seribu, yup kita semua bakalan snorkeling di 2 tempat sekaligus. Mungkin karena faktor waktu yang kurang tepat kali ya, jadi view bawah lautnya menurut gue kurang “WAH” jika dibandingkan waktu gue snorkeling di Pulau Macan di daerah Kepulauan Seribu juga. Tapi gpp, yang penting bukan masalah view bawah lautnya, tapi moment kebersamaan gue sama temen-temen baru gue yang makin banyak dan pastinya bakalan susah untuk didapat.

IMG-20180313-WA0030

Blog di WordPress.com.

Atas ↑